Basket
Semua tim sudah berkumpul ditengah-tengah lapangan. Semangat menggebu tersirat dari tatapan mereka. Saka dan teman-temannya memandang remeh geng Raka sebab mereka agak lebih pendek tak sepertinya yang bertubuh besar dengan postur tubuh yang tinggi.
Dikursi penonton Kala tengah menggigit jarinya. Takut jika mereka bukan bermain basket tapi malah baku hantam.
“Gak papa deh dapet cowok freak yang penting kayak Bian sama Raka,“ucap Cici.
“Eh Juna ngeliatin lo mulu njir,”
“Kalo di liat liat Juna emang ganteng sih, cuman ketutupan aja sama nakalnya, Kal lo harus pindah haluan. Tinggalin kak Saka dan pacaran sama Juna, Kal! KALA!”
“Ck! Lo ngomong apaan gue gak denger,“Kala sedari tadi terfokus pada dua tim basket itu, memikirkan bagaimana caranya menahan Saka untuk tak melakukan kekerasan. Entah kenapa ia sepeduli dan sekhawatir ini.
“Santai aja kenapa sih Kal, ini kan cuman tanding biasa,“Oline mencoba menenangkan.
“Gue takut mereka baku hantam sumpah,“ucap Kala.
“Semoga janganlah,“ujar Cici.
.......
Pertandingan di mulai. Raka mulai berlari lincah sambil mendrible bola, mereka bertiga bermain dengan baik. Mengumpan bola ke sana kemari dengan sempurna tanpa memberi kesempatan lawan mereka merebut bola.
Sejauh ini Raka dan teman-teman masih unggul daripada Saka. Tentunya hal ini membuat Saka geram dan membuat rencana agar mereka mengejar point yang kini tertinggal jauh.
Ketika Juna mendekat ke arah ring lawan, saat itulah Saka dan kawan-kawan sengaja menyenggol tubuh lelaki itu dengan kuat. Tentunya Juna langsung jatuh tersungkur, Raka dan Bian yang melihat itu langsung menghampiri temannya.
“Gak papa lo?“tanya Bian.
“Sorry gak sengaja,“ucap Saka.
“Maksud lo apaan kayak gitu!“Raka menarik kerah baju Saka.
Wasit meniup peluitnya, Raka melepas secara kasar genggaman eratnya dari baju Saka. Raka menjelaskan bahwa Saka sengaja melakukan itu pada Juna namun Saka juga terus mengelak bahwa itu hanya ketidaksengajaan. Akhirnya pertandingan tetap dilanjutkan, Juna menepi di lapangan, kakinya sedikit terkilir karena terjatuh tadi.
Ternyata saat itu Raka dan kawan-kawan hilang kefokusan. Mereka lengah dan membuat Saka serta teman-temannya mudah dalam memasukkan bola basket ke dalam ring.
Kala melihat semuanya dari kursi penonton, ternyata Saka sepicik ini. Di tepi lapangan ia melihat Juna tengah memandangi permainan timnya yang sepertinya kehilangan fokus karena dirinya.
“Hadeh pacar lo tuh bikin geleng-geleng,“ujar Olin.
“Kak Saka curang,“komentar Cici.
Kala beranjak dari kursi penonton. Entah apa yang akan dilakukan oleh gadis itu.
“Kala lo kau kemana?!“teriak Olin.