Hari Sial Valen #

Cewek itu baru saja menghubungi temannya untuk bertemu di cafe. Dengan terburu-buru Valen memarkirkan mobilnya dan berhasil membuat bunyi gesekan yang menimbulkan jejak baret.

Ia meringis ketika melihat goresan apik di sisi mobil yang ia tabrak.

“Gila, gue nabrak mobil siapa nih,“Valen panik sendiri sekarang. Gara gara tak fokus, ia malah membuat kerugian bagi orang lain.

Alih alih ingin kabur, ternyata ketika ia memundurkan mobilnya ia malah menubruk mobil lainnya lagi. Teriakan pengemudi mobil yang ia tabrak itu membuatnya takut untuk turun, namun dengan segala kegugupannya ia memberikan nomor ponselnya pada pengemudi itu, Valen bilang bahwa ia sedang terburu-buru dan jika bapak itu meminta ganti rugi, ia bisa menghubungi Valen. Walau masih marah pria paruh baya itu mengangguk setuju.

“Valen lo sial banget hari ini,“gumamnya.

Moodnya hilang untuk menemui Nila, padahal ia ingin bercerita pasal ayahnya yang setiap hari selalu menuntutnya untuk menikah, lalu membandingkan dirinya dengan adik atau tantenya.

...........

Di sisi lain lagi, seorang cowok tengah berdecak kesal atas kacaunya hubungannya dengan sang kekasih. Hari ini ia mendapat kabar bahwa pacarnya sudah menikah dengan lelaki lain. Dan dirinya bingung harus bagaimana. Padahal rencananya ia akan menikah bulan ini, namun takdir tak berpihak pada dirinya.

“Argh!”

Baru saja ia ingin menendang ban mobilnya, namun segera ia sadar bahwa mobilnya baret. Ia semakin kesal. Memaki tanpa ampun di sana, entah sudah berapa nama hewan yang ia sebut karena melampiaskan kemarahannya.

“Kenapa mas?“tanya pria paruh baya itu.

Cowok itu menghela nafas panjang,“Mobil saya baret, Pak. Bapak liat gak tadi siapa pelakunya?”

“Oh iya, mungkin anak gadis yang tadi, mobil saya juga penyok sedikit di depannya, untungnya dia masih mau tanggung jawab, masnya hubungin nomor telepon ini aja,“pria itu memberikannya sebuah nomor ponsel, tak lama setelah itu orang itu pergi.