kamu milik aqu
Saka beranjak pergi dari lapangan basket. Ia memilih duduk di bawah pohon rindang dengan kawan-kawannya. Mereka tertawa puas karena kemenangan mereka.
“Kak, mau ngomong bentar,”
Saka menoleh dan mendapati sosok Kala. Raut gadis itu tampak kesal, namun Saka abai sebab Kala tak mungkin marah dengannya.
“Apa yank?”
Saka mendekat ke arah Kala.
“Minta maaf sama Arjuna,“pinta gadis itu. Saka mengernyitkan alisnya. Ia tak menyangka Kala datang hanya untuk mengatakan hal itu padanya.
“Buat?”
“Ya tadi Kak Saka main curang, Arjuna kasian,“jawab Kala tegas.
“Kok kamu belain dia? Kamu ada hubungan sama Arjuna?” “Jawab, jangan diem aja,”
Kala menggeleng cepat,“Enggak.”
“Dari kursi penonton tadi, yang kamu liat itu bukan aku tapi Arjuna, kamu suka sama dia?“tanya Saka. “Oh atau kamu mau putus sama aku? Gak bisa, kamu gak akan dimilikin siapa pun kecuali aku.”
“Kak aku...,”
“Sstttt....aku gak mau marah sama kamu, mending kamu pergi main sama temen-temen kamu dan lupain masalah yang tadi,“sela Saka. “Oh satu lagi, inget kita gak akan putus.”
Kala tercengang saat itu. Ingin rasanya ia memukul Saka dengan tangannya.
Tolongin dong, ini gue mau putus ajg! Gue gegayaan banget mau minta putus, ngomong aja kagak berani ajg
Kala mengacak-acak rambutnya, kesal. Sial, kenapa dia malah tak bisa mengatakan putus saat itu juga.