kantin

Saka melambaikan tangan ke arah Kala dari luar kelas. Gadis itu segera beranjak dari kursinya bersama Olin dan Cici.

“Maunya berdua,“ujar Saka dengan wajah yang sengaja di imut-imutkan. Kala menahan rasa malunya di hadapan beberapa siswa lain yang memperhatikan mereka.

“Mending kita bareng-bareng, lebih seru kak,“ujar Kala.

Saka terlihat kesal, namun lelaki itu memaksakan senyumnya.

......

Di sisi lain Rakandra, Abian dan Arjuna tengah menikmati semangkuk mie ayam buatan Ci Leni yang terkenal juara rasanya di kantin.

” Si jamet dateng tuh sama si Kala,“bisik Rakandra.

Brak!

“Uhuk!”

Saka tiba-tiba memukul meja makan mereka tanpa aba-aba. Ketiga lelaki itu hampir tersedak saat itu.

“Ini meja yang sering gue dudukin bareng temen gue, minggir lo,“ujar Saka dengan wajah sangarnya.

“Cari tempat lain lah, bro. Di sana juga masih kosong,“Raka menunjuk salah satu kursi yang berada di pojok.

“Kalian aja yang pindah,“Saka masih saja tak mau mengalah.

“Pindah apa susahnya sih,“celetuk Kala.

“Ngalah apa susahnya sih,“Rakandara membalas ucapan Kala.

“Kita gak akan pindah, emang lo punya hak apa di sini? Sekolah ini bukan punya lo kan?“ujar Abian.

Prang!

Saka melempar gelas yang berisi es teh manis milik Raka. Ia benar-benar marah. Raka memandang remeh ke arah Saka.

“Lo beneran ngajak berantem?“tanya Raka yang kini siap melayangkan bogemannya ke wajah songong milik Saka.

“Hei! Ngapain kalian?“Pak Tejo datang pada waktu yang tepat sebelum Raka memukul wajah pria di depannya ini.

“Kalian ini ya, seharusnya di sekolah fokus belajar, malah berantem, mau jadi jagoan kalian?“ucap Pak Tejo geram.

.......

Mereka semua berakhir berjemur di lapangan. Kala sejak tadi terus mengeluh karena kakinya pegal, namun Pak Tejo tak kunjung pergi, ia tetap mengawasi mereka semua dengan tatapan tajam.

“Panas banget,“Kala menunduk karena terik sinar matahari terasa membakar ubun-ubunnya.

“Lemah,“ejek Arjuna yang kebetulan berada di samping Kala. Gadis itu hanya berdecak kesal tanpa mengubris perkataannya.

Ketika Pak Tejo lengah saat itu Arjuna berjalan ke depan Kala, entah apa yang ada dipikiran Arjuna saat itu, ia malah melindungi Kala dari terik matahari. Abian dan Rakandra menyadari itu, mereka hampir histeris karena tindakan kecil seorang Arjuna.

“Ngapain lo di depan gue?“tanya Kala.

“Yang jelek di belakang, gue kan ganteng makanya gue di depan,“jawab Arjuna.

Sedangkan Saka sedari tadi berlindung di belakang Kala.

“Cowok apaan takut panas,“Sindir Rakandra.

“Katanya lakik, mana buktinya, lemah banget,“ucap Abian.

Saka hanya melempar tatapan sinis.

Di sela-sela perdebatan kecil antara Raka, Abian dan Saka. Diam diam Kala memandang punggung lebar milik Arjuna. Ia menjadi lebih baik setelah Arjuna berdiri di depannya, setidaknya lebih sejuk.