Ujian Praktek Bu Riza
Usai istirahat pertama, Sheren bergegas menuju perpustakaan dengan langkah panjang dan terburu-buru. Lorong terlihat sepi karena para siswa lain ada di kantin, Sheren menepis segala pikirannya dan berfokus terhadap ujian prakteknya.
Pintu perpustakaan masih tertutup rapat, ia pikir mungkin masih belum ada orang di dalam, ternyata sudah ada empat cowok yang tengah duduk di meja sambil menatap ke arahnya.
Sheren merasa menjadi artis dadakan ketika para cowok itu menoleh ke arahnya.
“Sher!“salah satu dari mereka melambaikan tangan dengan senyuman ramah kepada Sheren. Reno, orangnya.
“Sini kumpul bareng kita, jangan menyendiri,“ucap Reno tanpa ragu.
Sheren segera menurut dan menduduki kursi yang berada di samling kanan Reno. Selain Reno, Helga ternyata menyambutnya dengan senyuman hangat dan Sheren membalasnya dengan senyum hangatnya juga.
“Jadi lo juga gak ikut ujian praktek?“tanya Reno.
“Iya, gara gara telat,“jawab Sheren.“Kalau lo semua karena apa?”
“Gue karena sakit,“ujar Helga.
“Alah sakit apaan coba lu?“tanya Reno.
“Sakit beneran lah ege,“ungkap Helga.
“Wah sudah kumpul semua, gimana? Sudah siap?“tanya Bu Riza.
“Siap Bu!“jawab mereka dengan serempak.
........
Akhirnya mereka menyelesaikan ujian prakteknya dengan baik. Ibu Riza sudah pamit duluan karena ada urusan mendadak lagi, kini hanya mereka yang ada di perpustakaan.
“Sher, lo ketua basket cewek kan?“tanya Helga.
Sheren mengangguk dan menjawab,“Iya.”
“Kenal Sean?“tanya Reno.
Sheren menggeleng. Saat itu juga tawa Reno dan Helga pecah, bisa bisanya seorang ketua basket sekaligus mantan model humas, Sheren tidak mengenalnya.
Sean yang sedari tadi diam hanya bisa mendengus kesal karena jawaban Sheren, memang dia kemana saja sampai Sean tidak di kenalnya.
“Masa sih Sher gak tau? Ini loh ketua Basket cowok dan dia juga mantan model humas bareng Milly,“jelas Reno.
“Oh gue tau kalo dia orangnya cuman gak tau siapa namanya,“ujar Sheren polos.
“Lo gak tau nama gue?“Sean mulai bersuara.
Sheren mengangguk pelan.
“Kenalin gue Sean Putra Alvaro, ketua basket cowok,“ujar cowok itu sambil mengulurkan tangannya.
“Sheren,”
“Sher, kalo yang ini kenal?“tanya Reno yang merangkul Setra.
“Iya kenal, soalnya dulu pernah memang olimp gitu kan? Gue juga suka liat vlog vlog dia diyt, seru banget sumpah!“ujar Sheren antusias.
Setra tersenyum hangat,“Makasih ya udah nonton.”
“Lu goblok sih makanya gak terkenal,“bisik Reno kepada Sean.
“Bacot,“balas Sean.